“Kim Myungsoo?”
panggilku disaat istirahat. Siswa baru itu hanya membaca buku sedari tadi.
Wajah itu
menoleh kearahku. “siapa?” tanyanya.
“aku Kim Yuji.
Sepertinya aku pernah melihatmu..tapi dimana?” Tanyaku.
“Kim Yuji? Kau
Kim Yuji??” tanya Myungsoo sambil beranjak dari tempat duduknya.
“iya, aku Kim
Yuji. Ada apa?” tanyaku.
“siapa nama
Kakakmu?” tanyanya.
“Kim Sunggyu.
Kenapa? Ada yang aneh?”
“kau benar
kau!!” tanpa sadar Myungsoo memelukku. “kau tahu, aku sangat ingin bertemu denganmu.” Myungsoo
melepas pelukannya. “aku Myungsoo, kita pernah bermain bersama waktu kecil.”
“myungsoo?
Sepupu Sungyeol dan Sungjong?” tanyaku.
“iyya! Ish,
bagaimana kabarmu?” tanya Myungsoo sambil tersenyum.
“aku baik baik
saja..”
Dan sedetik
kemudian kami sudah membicarakan masa kecil yang bahagia tanpa melihat setitik
api yang mulai membara dihati orang yang sama sekali tidak kusadari.
~~~
Himchan pov
Sepulang
sekolah, Yuji masih saja ngobrol dengan Myungsoo. Woohyun dan Namjoo pun ikut
mencampuri percakapan mereka. Sedangkan aku lebih memilih ngobrol dengan
Daehyun dibelakang mereka.
“ya, Kim
Himchan!” teriak Daehyun yang sukses membuat mereka berempat menoleh.
“ya! Jung
Daehyun! Aku tahu suaramu beroktaf oktaf tingginya. Tapi jangan berteriak
padaku seperti itu! aku bisa tuli!”
Keempat orang itu
kembali ke percakapan mereka. Namun, Myungsoo menoleh kearahku dan berkata,
“dari tadi kita belum berkenalan. Kau Kim Himchan kan? Presiden sekolah, Ketua
kelas sekaligus sahabat Yuji itu kan?”
Aku berusaha
tersenyum kearahnya. “iyya, senang berkenalan denganmu Kim Myungsoo..” jawabku.
“aku juga”
jawabnya sambil tersenyum. Walaupun wajahnya cerah, sepertinya dia memendam
sesuatu yang tidak ingin ditunjukkannya padaku. Dan aku pun juga seperti itu.
~~~
Yuji pov
Saat Myungsoo
berbicara dengan Himchan, aku merasa ada sesuatu yang mereka berdua
sembunyikan. Baik Myungsoo maupun Himchan. Namjoo, Woohyun, dan Daehyun juga
merasakan hal yang sama. Apalagi manusia indigo bernama Daehyun itu. Saat
kutanya tentang perkenalan yang mereka lakukan, Daehyun menjawab, “Aku baru
saja akan bertanya hal itu padamu.”
“menurutmu, apa
yang terjadi pada mereka? Beberapa hari ini pun mereka hanya berbicara
seperlunya.”
“diawal bertemu,
aura Himchan mulai berubah menjadi abu abu. Begitu juga Myungsoo, saat
mendengar cerita bahwa kau dekat dengan Himchan dari Namjoo, auranya berubah
menjadi abu abu.”
“jadi?” tanyaku
padanya.
“sepertinya
mereka, dan alasannya..” ucapan Daehyun mulai aneh.
“apa? Kau kan
tahu hal seperti itu…”
“aku memang
indigo. Tapi bukan berarti aku dukun. Kesimpulan dari semua ini itu, mereka saling tidak menyukai..”
Dahiku mengkerut. “alasannya?”
“sepertinya doa
Namjoo didengar Tuhan.”
“doa apa?” tanyaku pada Daehyun. Dan aku makin
penasaran saat Daehyun tersenyum padaku.
~~~
Tidur Himchan
terganggu buyi ringtonenya sendiri. Sebuah telepon dari nomor tak dikenal.
“yoboseyo?”
“hei, Kim
Himchan. Kuperingatkan jangan dekat dekat Yuji-ku. Oke gak?” dan panggilan itu
terputus.
“hallo??
Hallo???”
Dan Himchan pun
kembali ditemani sunyi.
~~~
Author pov
Keesokan harinya
disekolah, Himchan mulau menjauhi Yuji. Bukan karena telepon itu, namun karena
perasaannya sendiri. Himchan ingin membunuh perasaannya pada Yuji. Dia bahkan
tidak mengajak Woohyun menjauh, namun mengajak Daehyun yang duduk dengan
Dongwoo untuk bertukar tempat. Sehingga, Woohyun duduk dengan Daehyun,
sementara Himchan diduduk dengan Dongwoo.
Sementara Yuji
yang melihat perubahan ini semakin bingung atas kelakuan sahabatnya, Himchan.
Dia teringat atas kata kata Daehyun. Matanya yang mengarah pada Himchan
berpindah pada Namjoo yang duduk disebelahnya.
“ya, namjoo. Kau
pernah berdoa apa tentang aku dan Himchan?” tanya Yuji.
Wajah Namjoo
mulai memucat, dia takut. Namjoo pernah kena marah Yuji dan dia takut Yuji
marah padanya lagi.
“ya, namjoo,”
panggil Yuji lagi. Walaupun Yuji berusaha selirih mungkin, tetap saja dia
ketahuan gurunya.
Guru mata
pelajaran Kimia bernama Park Jinyoung yang biasa dipanggil Pak P berteriak pada
Yuji. “Kim Yuji! Cepat maju! Kerjakan soal ini!”.
Sementara Yuji
yang benar benar tidak memperhatikan gurunya ini, mulai kebingungan. Dia tidak
bisa. Apa yang harus aku lakukan?? Batin Yunji.
“Yuji! Cepat!”
“ne songsaenim.”
Setelah dia maju, dia tidak melakukan apa apa, karena dia memang tidak bisa.
“sepintar apapun
kamu di Fisika dan Matematika, kau tetap tidak akan bisa jika tidak
memperhatikan guru. Kim Himchan, kerjakan soal ini.”
Himchan maju.
Tanpa memperhatikan pandangan Yuji, dia mengerjakan soal dengan cepat. Setelah
selesai, dia memberikan spidolnya pada Pak P, dan melewati Yuji begitu saja
tanpa bilang apa apa.
Yuji kembali
kebangkunya. Pandangannnya mengarah pada Himchan. Tidak biasanya Himchan
seperti itu. Himchan bukan yang dulu lagi. Sejak SMP, jika Yuji tidak bisa
mengerjakan soal, Himchan akan mengerjakan soal itu dan mulai menyindir Yuji
dengan kata kata pedas. Namun karena kata kata Himchan itulah, Yuji menjadi
lulusan terbaik nomor 2 setelah Himchan di SMPnya dulu.
to be continued