Sampai istirahat pun, Himchan sama
sekali tidak menyapa Yuji. Bahkan melihat saja tidak. Apalagi bergabung makan
siang. Malah dua kali tidak mungkin. Sehingga Yuji, Namjoo, dan Woohyun mulai
merindukan sosok hiperaktif Himchan. Sosok yang merupakan moodmaker sekaligus
moodbreaker. Namun Yuji tidak berhenti disitu saja untuk menyelidiki perubahan
sikap Himchan. Saat Himchan keluar kelas, Yuji mengikutinya.
Himchan menyadari bahwa dirinya
diikuti seseorang. Kemudian dia
berlari menghindari pengejar itu.
“ya! Kim Himchan!” teriak Yuji.
Namun tetap saja Himchan berlari dengan cepatnya. Sampai masuk ke dalam
perpustakaan. Yuji mengikuti Himchan dia masuk kedalam dan bertemu seseorang
bernama Yoo Youngjae.
“ya, Youngjae. Apakah kau melihat
Himchan?” Tanya Yuji.
“tidak, memangnya kenapa?” tanya
Youngjae.
“tidak apa apa…” Yuji mulai
melangkah keluar perpustakaan. Kemudian dia berbalik. “youngjae, aku ingin
bertanya padamu.”
“tentang apa? Himchan?”
“iya, apa kau tahu alasannya
merubah sifatnya?”
“aku tidak tahu, dia sama sekali
tidak cerita padaku. Yang pasti dia punya alasan.”
“dan kira kira apa kau tahu alasannya?”
Youngjae menggeleng. “mungkin Namjoo atau Woohyun atau Daehyun tahu.”
Yuji menghela nafasnya. “yasudah kalau begitu. Terima kasih Youngjae.”
Youngjae tersenyum. Sambil melihat
punggung Yuji yang semakin jauh. Kemudian dia melihat kearah bawah. “sudah
aman.”
“terima kasih Youngjae.” Ujar
Himchan keluar dari tempatnya sembunyi.
“aku ingin tanya…”
“alasan aku berubah?” tebak
Himchan dengan tepat. Youngjae mengangguk.
“aku tidak tahu. Sejak mendapat
telepon dari Myungsoo, aku melihat Yuji lagi. Dia lebih sering tertawa dengan
Myungsoo daripada denganku, jadi aku merasa kalau Yuji lebih bahagia dengan
Myungsoo.” Jawab Himchan.
Youngjae mengangguk. “aku mengerti
perasaanmu.” Ujar Youngjae sambil menepuk pundak Himchan pelan
Dihalaman sekolah, Myungsoo
menarik tangan Yuji. Ingin bicara katanya. Setelah beberapa langkah dari
bangunan terbelakang di sekolah mereka, Myungsoo membalikkan tubuhnya.
“hei, Yuji. Aku ingin bicara sesuatu padamu.”
“apa?” tanya Yuji.
“aku suka kamu. Sudah sejak kita bertemu beberapa hari yang lalu… jadi apa
kau mau menjadi pacarku?” tanya Myungsoo
Yuji terdiam. Dia menoleh kearah
sekelilingnya. Setelah merasa aman, Yuji membisik, “akan aku pikirkan.” Dan
membuat Myungsoo tersenyum.
Namun, aman itu kan menurut Yuji.
Padahal ada dua orang dibawah pohon terdekat tempat mereka berdiri.
“ya, apa kita tidak pulang? Aku
sudah lapar.” Ucap Junhong.
Himchan menoleh kearah sepupunya itu. kemudian menoleh kearah Yuji dan
Myungsoo. “baiklah, ayo pulang.”
“tidak untuk sekarang Kim Himchan…
aku ada urusan denganmu…”
Himchan menoleh, dan sesuatu yang
buruk terjadi.
~~~
Sepulang sekolah, Yuji mendapat
kakaknya tertawa sendiri seperti orang gila.
“ya, oppa, apa kau sudah gila? Kau tertawa tertawa sendiri dari tadi…”
Sunggyu melihat kearah adiknya. “cepat ganti baju, kemudian ikut aku.”
Yuji melihat kakaknya penuh curiga, “ada apa ini?”
“sepertinya temanmu sudah bertaubat. Aku akan membuat pesta untuk
merayakannya” Ujar Sunggyu sambil memberikan sebuah foto pada Yuji.
Mata Yuji terbelalak melihat foto
itu. matanya beralih menatap kakaknya.
“oh iya, aku tadi membaca diarymu. Maaf lancang. Tapi kalau aku jadi kamu,
aku lebih pilih Himchan daripada Myungsoo.” Yuji terdiam. Menunduk.
“yah, aku tahu. Cinta pertama susah dilupakan. Tapi, ini untuk kebaikanmu
sayang…” lanjut Sunggyu sambil mengelus rambut panjang Yuji.
“tapi kenapa Himchan? Beberapa hari yang lalu, dia mulai menjauhiku…”
“Woohyun dan Namjoo pasti tahu alasannya. Dan alasannya menyangkut dirimu
juga…”
Yuji mengadah. Menatap kakaknya
sambil tersenyum. “thanks my bigbro.”
Sunggyu tersenyum. “urwell my
littlesister…”
Yuji berlari kearah kamarnya.
“tunggu aku! Aku ikut!”
Sunggyu berteriak tak kalah
hebohnya, “cepetan, bentar lagi aku ada syuting!”
~~~
Keesokan harinya…
“pagi semua!!!! Morning
everibodieh!!!” teriak Yuji didepan pintu.
Namjoo melihat kearah sahabatnya
yang satu itu. “kau kenapa? Absurd tau nggak.”
Yuji menoleh kearah sahabatnya.
“samting sepesial yu now… ntar itu aku ke sekertariatan tim mading aku pengen
menempelkan sesuatu. Bukan cuman aku sih, tapi aku, Sunggyu oppa, Yongguk oppa,
Chorong unnie, Minhyuk oppa, Changsub oppa, dan Dongwoo”
“kenapa anak kelas XII semua??” tanya
Namjoo.
Yuji tersenyum. “lihat aja. Orang
yang mau aku tempel semacam ini.” Kata Yuji sambil memberikan foto yang
diberikan Sunggyu kemarin siang.
Namjoo tertegun, itu foto Myungsoo
dan Eunji sedang berpegangan tangan. Sepertinya mereka kencan. “kau sudah tidak
suka dengan Myungsoo??”
“sepertinya sudah tidak lagi.”
Jawab Yuji enteng.
“ kau dengan mudahnya bilang jika
kau sudah tidak suka dengan Myungsoo? Kalau aku jadi kau, aku akan berpikir
lebih dahulu. Karena hal ini, yang kau lakukan ini sudah menyakiti hati
seseorang yang paling dekat denganmu…” ujar Namjoo kelepasan. Namjoo langsung
menutup rapat mulutnya dengan tangannya.
“orang yang dekat denganku?
Maksudmu Himchan?” tanya Yuji.
~~~
Namjoo pov
Mampus, aku pake kelepasan segala
lagi. Ke Yuji juga. Bahaya kalau dia sampai marah, jangan sampai rahasia
Himchan ketahuan Yuji! Ya Tuhan, tolong berikan aku jalan…
Tapi, kalau aku memberitahukannya
pada Yuji, kan masalah ini selesai… ah tidak, jangan. Aku bisa kena marah
Himchan nanti. Tapi, Himchan dan Yuji, ugh, kenapa mereka sama sama
menakutkan???
“ya, Kim Namjoo, tolong beri tahu
aku. Aku benar benar kebingungan sekarang…” ujar Yuji.
“bingung kenapa?” tanyaku pelan.
“dua hari yang lalu, aku tanya
pada Daehyun. Dia bilang kau tahu alasan kenapa Himchan berubah. Kemarin, di
perpustakaan aku bertemu Youngjae. Dan dia bilang antara kau, Woohyun, dan
Daehyun tahu alasan Himchan. Dan Oppa, juga bilang kalau antara kau dan Woohyun
tahu alasan Himchan…”
“Oppamu? Sunggyu oppa? Sunggyu
sunbaenim tahu hal ini?” aku segera menutup mulutku sendiri. Lagi.
Mampus! Dasar Kim Namjoo!
~~~
Author Pov
Dahi Yuji mengkerut. “hal ini? Kau
tahu alasannya bukan? Cepat katakan padaku” paksanya.
Namjoo hanya menghela nafasnya.
Tidak menjawab perkataan Yuji. Matanya mengarah kebawah. Tidak berani menatap
mata Yuji.
Yuji merasa menanyai Namjoo
bukanlah hal yang tepat. Yuji
beranjak dari tempatnya duduk.
“ya, Kim Yuji, kau mau kemana?”
tanya Namjoo lirih.
“keluar. Cari angin.” Jawab Yuji
pelan. Kemudian, dia mulai melangkah.
Seseorang menahan tangan Yuji.
Woohyun.
“aku akan menceritakannya. Dan
juga termasuk alasan Himchan tidak masuk hari ini.”
“Himchan tidak masuk?”
To be Continued